APLSI: Luhut Berkompeten Sukseskan Proyek 35 Ribu MW

Data Sgp Jakarta – Asosiasi Produsen Listik Swasta Indonesia (APLSI) mendukung penunjukan Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menteri Koordinatot Kemaritiman menjadi pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), karena memiliki wibawa dan kompetensi menyukseskan proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW). “APLSI mendukung penunjukan Pak Luhut. Beliau memiliki wibawa dan kemampuan membuat terobosan yang dibutuhkan dalam pengembangan proyek pembangkit 35 ribu MW,” ujar Sekjen APLSI Priamanaya di Jakarta, Selasa. Sebagaimana diketahui Senin malam (15/8), Presiden Joko Widodo memberhentikan Arcandra dari jabatannya sebagai Menteri ESDM. Mensesneg Pratikno dalam konferensi pers di Istana Merdeka, mengatakan, keputusan ini diambil Presiden Jokowi setelah menyimak dinamika yang ada. Presiden kemudian menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Menko Maritim menjadi pejabat sementara Menteri ESDM. APLSI menilai, peran produsen listrik swasta dalam realisasi program 35 ribu MW sangat penting. Pasalnya, keterlibatan IPP (independent power producer) dalam pembangunan infrastruktur tenaga listrik akan meringankan beban PLN (PT Perusahaan Listrik Negara). Wakil Bendahara Umum APLSI Rizka Armadhana mengatakan, kebutuhan pendanaan pembangkit listrik di proyek 35 ribu MW sebesar Rp1.100 triliun. Dengan kata lain, PLN harus siap mengeluarkan investasi baru senilai Rp200 triliun untuk menjalankan proyek ini. Sedangkan kemampuan menggalang dana PLN dari pinjaman hanya sebesar Rp 100 triliun. Rizka berharap Luhut, dapat membantu IPP dalam mengatasi berbagai kesulitan dalam pengembangan ketenagalistrikan. Pihaknya berharap tercipta keseragaman kebijakan dan pengambilan keputusan yang jelas dari hulur sampai ke hilir, akan menciptakan iklim investasi yang baik. Terlebih lagi, dengan dibentuknya induk usaha persero, ke depan baik pemerintah atau pun swasta akan dapat bersama-sama mensukseskan program 35.000 MW. “APLSI siap bekerjasama dengan PLN untuk memasok kebutuhan listrik ke depan,” ujar Rizka. Diapun berharap Menteri ESDM sebagai regulator, PLN sebagai operator, dan produsen swasta nasional meningkatkan komunikasi bersama agar pembangunan listrik secara massif dapat segera terlaksana guna menunjang pertumbuhan ekonomi yang sudah membaik. Rizka Armadhana mengingatkan cadangan listrik Indonesia saat ini masih sangat rendah sehingga rentan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, cadangan listrik ideal sebuah negara adalah sebesar 30%. Sedangkan cadangan listrik nasional masih sangat rendah hanya sebesar 10%. “Kita bandingkan dengan cadangan listrik Singapura yang mencapai 100%. Dengan pencadangan yang tipis ini Indonesia selalu terancam pemadaman dan ekonominya lagi yang kena,” pungkas Rizka. /GOR PR

Sumber: BeritaSatu