Rini Targetkan Produksi Gula BUMN Naik 2 Kali Lipat

Data Sgp Jombang – Dengan didukung sistem aplikasi Kartu Tani dan kucuran kredit tiga bank BUMN, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan produksi gula BUMN naik menjadi dua kali lipat. BUMN gula diminta membantu menyediakan bibit unggul agar produksi tebu petani mitra naik dari saat ini 70 ton per hektare (ha) menjadi 120-170 ton per hektare dan merevitalisasi pabrik agar kapasitas produksi bisa menjadi dua kali lipat. Sementara itu, bank BUMN menargetkan memperoleh nasabah Kartu Tani sebanyak 23 juta atau 90% dari total jumlah petani Indonesia, termasuk petani tebu. Rini melanjutkan, selain meningkatkan kapasitas dan produktivitas lewat revitalisasi pabrik gula, BUMN gula juga harus meningkatkan investasi untuk hilirisasi, misalnya untuk memproduksi etanol dan listrik. Langkah tersebut juga akan memangkas ongkos produksi gula BUMN sehingga gula dapat dijual dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat, namun tetap bisa meningkatkan kesejahteraan petani mitra, karyawan, maupun keuntungan perusahaan negara. “Misalnya untuk PTPN XI, mereka menambah investasi untuk meningkatkan kapasitas 5 pabrik gulanya menjadi dua kali lipat, dari 3.000 TCD ke 6.000 TCD. Ditambah dengan investasi untuk hilirisasi, PTPN XI butuh dana Rp 4,1 triliun. Kita harus meningkatkan produksi gula, apalagi setelah Indonesia merdeka 71 tahun justru impor gula, padahal jaman penjajahan Belanda kita merupakan pengekspor gula. Produksi gula kita dulu termasuk terbesar di dunia,” kata Rini saat memimpin soft launching Kartu Tani di Pabrik Gula Tjoekir milik PTPN X, Jombang, Selasa (30/8) siang. Hadir dalam acara tersebut antara lain para pejabat tinggi tiga bank BUMN yang mendukung Kartu Tani, antara lain Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Asmawi Syam, Direktur Mikro BRI Mohammad Irfan, dan Dirut PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni. Hadir pula Dirut PTPN X Subiyono. Asmawi Syam yang juga ketua umum Himbara mengatakan, industri gula di Indonesia sangat prospektif, bukan sunset industry . Hal ini bisa dilihat dari jumlah permintaan yang jauh lebih besar dari produksi nasional, sehingga Indonesia harus mengimpor banyak gula. Itulah sebabnya bank-bank BUMN siap mendanai kredit investasi yang dibutuhkan untuk revitalisasi pabrik gula maupun hilirisasi. Mohammad Irfan menambahkan, kesejahteraan petani tebu secara umum lebih baik ketimbang petani pangan yang lain, seperti petani jagung atau kedelai. “Pada umumnya, yang ada offtaker (pembeli siaga) seperti komoditas tebu yang dibeli pabrik gula, petaninya lebih sejahtera. Hal yang sama pada sawit yang petaninya juga lebih sejahtera, karena hasil panen dijamin dibeli pabrik minyak sawit. Petani beras juga cukup sejahtera jika tidak gagal panen karena hama, demikian pula petani bawang jika harganya tidak jatuh,” ujar dia. Lebih Dari Kartu Debit Baiquni mengatakan, data yang terintegrasi dari profil petani dan transaksinya di Kartu Tani bisa pula membantu bank untuk menawarkan produk keuangan lain kepada petani. Jadi, selain bisa digunakan untuk kartu debit petani, kartu ini juga bisa menjadi dasar bagi perbankan untuk menawarkan produk kredit perumahan rakyat (KPR) hingga asuransi ke puluhan juta petani. Rini menjelaskan lebih lanjut, Kartu Tani menyasar para petani Indonesia di semua subsektor pertanian, untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional yang menjadi visi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Target utamanya adalah peningkatan produksi komoditas strategis beras, gula, dan jagung, yang diharapkan nantinya dapat mencapai swasembada. “Di sektor industri gula, sistem Kartu Tani menjadikan industri gula terintegrasi satu sama lain. Para pelakunya langsung terhubung, baik itu petani, pabrik gula, produksen pupuk, hingga perbankan,” kata mantan presdir PT Astra Internasional ini. Kartu Tani ini merupakan sistem aplikasi terintegrasi yang pertama dalam sejarah Indonesia, yang melayani mulai dari transaksi keuangan dan pembiayaan petani, hingga menyediakan data-data sektor pertanian mulai dari penanaman, pemeliharaan, jumlah kebutuhan pupuk, sampai penanganan pascapanen. Sejumlah fasilitas lain juga akan diberikan kepada nasabah petani, seperti kemudahan sertifikasi tanah dan bisa langsung menjual hasil panen ke Bulog sebagai offtaker . Kartu Tani yang antara lain bertujuan mewujudkan basis data tunggal terintegrasi sektor pertanian ini, selain didukung tiga bank — BRI, BNI, dan Bank Mandiri — juga didukung Perum Bulog, PT Telkom Indonesia Tbk, PTPN X dan III, serta PT Pupuk Indonesia. Selama ini, data pertanian Indonesia bermasalah, karena tidak ada data yang akurat mengenai jumlah petani, lahan pertanian, produksi pertanian, hingga kebutuhan pangan nasional. Akibatnya, berbagai kebijakan dan distribusi subsidi di sektor pertanian tidak optimal, karena tidak didukung data yang akurat. Indonesia yang merupakan negara agraris hingga kini masih harus mengimpor berbagai kebutuhan pangan, seperti beras, gula, daging, jagung, kedelai, hingga susu. Kartu khusus untuk petani ini akan menjadi sumber penyusunan basis data pertanian nasional, yang bisa menunjukkan profil petani secara lengkap, mulai dari luas dan lokasi lahan, jadwal panen, penjatahan pupuk, hingga akses pembiayaan perbankan. Untuk petani tebu yang menjadi sasaran tahap pertama program Kartu Tani, datanya akan dilengkapi dengan rincian transaksi dengan pabrik gula, termasuk besar rendemen (kadar gula dalam tebu) dan jumlah produksi gula. Dengan sekali klik, semua aktivitas petani akan terekam, sehingga semuanya menjadi transparan. Dengan kartu tersebut, para petani juga bakal mendapat banyak kemudahan dari pemerintah. Ini di antaranya, memperoleh kepastian ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan) bersubsidi/nonsubsidi, termasuk distribusi pupuk, kemudahan akses pembiayaan bank BUMN melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga terjangkau, serta difasilitasi kemudahan sertifikasi tanah melalui skema Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, petani bisa mendapat kemudahan subsidi dari program-program yang dijalankan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Sosial. Para petani yang telah memegang Kartu Tani juga mendapat kemudahan penjualan hasil panen ke Bulog (offtaker) tanpa perantara, serta kemudahan penerimaan pembayaran hasil panen dari offtaker . Petani juga mendapat edukasi tentang pentingnya melek keuangan. Karena terintegrasi dengan perbankan, program Kartu Tani ini diharapkan menumbuhkan budaya menabung di kalangan petani. Mereka diharapkan tidak konsumtif setelah menerima pembayaran hasil penjualan komoditas. Bahkan, para petani juga diedukasi tentang pentingnya asuransi, termasuk untuk menjamin pendidikan buah hatinya. Hal ini sekaligus bisa mendorong terwujudnya inklusivitas sektor keuangan karena memperbesar aksesibilitas publik terhadap produk keuangan. Bagi pemerintah, Kartu Tani akan menjadi data base petani dan produksi pertanian nasional yang akurat dan terintegrasi. Pemerintah bisa mengetahui secara detail data pertanian untuk menetapkan kebijakan yang tepat, termasuk luas lahan pertanian hingga per petak yang dikuasai petani, waktu panen, kinerja petani, dan berbagai hal teknis lainnya. Ester Nuky/HA Investor Daily

Sumber: BeritaSatu