Tak Mau Pikun, Belajarlah Banyak Bahasa!

Rimanews – Hasil penelitian menemukan bahwa belajar lebih dari dua bahasa akan membantu untuk mencegah demensia atau pikun saat tua nanti. Hasil temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Neurology. Penelitian dikepalai oleh Subarna Alladi dari Nizam Institute of Medical Sciences di India. Riset dilakukan terhadap 648 penderita demensia. Dan, para pasien yang berbicara lebih dari dua bahasa, rata-rata terkena demensia lebih lama 4 tahun daripada pasien yang hanya menguasai satu bahasa saja. Baca Juga Joey Alexander Kembali Masuk Nomine Grammy Harris J Raih Platinum Award Rambut Dipotong Pendek, Dian Sastro Mirip Nike Ardila Rata-rata usia pasien yang diteliliti adalah 66 tahun. Umumnya demensia diklasifikasikan dalam 3 tipe: dimensia vaskular yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah, demensia frontal atau temporal yang disebabkan kerusakan fungsi pada otak, dan Alzheimer yang disebabkan memburuknya saraf-saraf otak. Belajar banyak bahasa, menurut peneliti, bisa membantu untuk mencegah terserang ketiga tipe demensia tersebut. Dengan belajar bahasa, akan lebih luas saraf-saraf dalam otak yang terangsang dan membuatnya aktif, sehingga menurunkan risiko pikun. Kemahiran pasien dalam menguasai bahasa-bahasa yang dipelajarinya tak berpengaruh. Tidak berarti yang lebih mahir akan lebih lama pikun. Sepanjang pasien mampu membacanya, baik yang mahir ataupun tidak dengan bahasa yang sedang dipelajarinya, punya risiko yang sama. (chosun) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Demensia , Belajar Bahasa , kesehatan , gayahidup

Sumber: RimaNews