Publik Ingin Golkar Rukun, Kata Survei

Rimanews – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan, sebanyak 72,94 persen masyarakat menginginkan konflik di internal Partai Golkar diselesaikan di Mahkamah Partai melalui islah. “Pasca keputusan Menkum HAM soal Munas Golkar, mayoritas publik ingin Pimpinan Golkar segera melakukan islah dan menyelesaikan permasalahan dualisme kepemimpinan melalui Mahkamah Partai,” kata peneliti LSI, Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Jumat (19/12). Baca Juga Partai Pendukung Tidak Lagi All Out Menangkan Ahok BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Korban Gempa Pidie, Satu Meninggal Puluhan Luka-Luka Sedangkan, sebanyak 17,65 responden menginginkan konflik internal Golkar diselesaikan melalui pengadilan. Harapan konflik diselesaikan melalui mahkamah partai, menurut dia merata di semua segmen. Baik di perkotaan maupun pedesaan, pria maupun wanita, wong cilik maupun kelas ekonomi mapan. “Namun, yang paling besar harapan berasal dari pemilih Golkar yaitu 90,91 persen dan hanya 9,09 persen menginginkan melalui pengadilan,” ujarnya. Ardian menjelaskan, ada empat alasan yang mendasari harapan publik agar Golkar melakukan islah. Pertama, menurut dia publik memposisikan Golkar sebagai penyangga politik Indonesia. Ibarat bangunan, jika penyangganya retak maka bangunannya pun ikut retak. “Instabilitas politik internal Golkar akan berdampak pada instabilitas politik nasional. Sebanyak 63,20 persen publik sependapat bahwa konflik di Golkar akan mengganggu stabilitas politik nasional,” katanya. Kedua, publik menilai jika berhasil islah, maka Golkar akan menjadi “role model” partai politik Indonesia. Dia menjelaskan kemampuan elit Golkar untuk rujuk kembali melalui mahkamah partai, akan menjadi model partai lain untuk menempuh cara serupa. “Alasan ketiga, makin panjang konflik, makin retak Golkar. Jika elit Golkar tidak mau islah dan memilih jalur pengadilan, maka akan menambah perpecahan di Golkar,” katanya. Keempat, menurut dia, publik yakin Golkar punya tradisi panjang menyelesaikan konflik. Dia mengatakan, publik menilai sebagai partai besar dan paling tua, para elit Golkar punya kemampuan menyelesaikan konflik internalnya. Survei LSI dilakukan melalui quick poll pada tanggal 16-17 Desember 2014. Survei itu menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar 2,9 persen. Survei tersebut dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia, dengan penelitian kualitatif melalui metode analisis media, Forum Group Discussion, dan wawancara mendalam.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Kisruh Golkar , politik , Nasional

Sumber: RimaNews