Valencia dan Leverkusen Dirundung Cedera Pemain

, Jakarta -Valencia bermain tanpa gelandang serang Sergio Canales ketika menjamu Bayer Leverkusen dalam penyisihan Liga Champions Grup E di Stadion Mestalla, Spanyol, Rabu 2 November 2011. Gelandang serang yang dipinjam dari Real Madrid ini cedera lutut dan kemungkinan tak bisa bermain selama enam bulan. Valencia juga tak akan diperkuat pemain asal Belanda Hedwiges Maduro yang masih cedera angkel sejak awal Oktober. Meski tak diperkuat dua pemain kunci, pelatih Unai Emery Etxegoien yakin pasukannya bisa memetik angka penuh di kandang sendiri. “Kami tak terlalu memusingkan apa yang akan terjadi nanti,” kata Unai. “Dengan peningkatan kualitas permainan, kami yakin bisa menang”. Valencia membutuhkan kemenangan ini supaya menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Saat ini Valencia hanya mengoleksi dua poin dari hasil imbang melawan Chelsea dan Racing Genk. Valencia juga ingin membalas dendam dari kekalahannya di kandang Leverkusen 1-2 pada pertandingan pertama 28 September 2011. Namun, Valencia harus waspada. Tim ini selalu menorehkan rekor buruk melawan tim asal Jerman. Valencia hanya menang sekali dalam 15 kali pertandingan melawan tim asal jerman. Dalam pertandingan kali ini, Unai yakin akan menghentikan langkah Leverkusen. “Semua pemain Leverkusen patut diwaspadai meski tanpa kapten Michael Ballack,” ucap Unai. Absennya motor Leverkusen, Ballack menyemburkan optimisme Valencia. Selain Ballack, Leverkusen juga kehilangan Renato Augusto dan Michael Ortega yang sedang menjalani operasi lutut. Leverkusen mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya Bastian Oczipka, yang sempat mengalami cedera sejak Februari. Leverkusen menempati posisi kedua dengan enam angka, di bawah Chelsea. Pertandingan ini menjadi kunci lolosnya Leverkusen dalam babak penyisihan ini. Namun, Leverkusen selalu selalu tampil buruk dalam pertandingan tandang. Dalam sembilan pertandingan tandang di Liga Champions, Leverkusen belum pernah menang. Kemenangan partai tandang diperoleh ketika melawan Haifa pada 2002. Pelatih Leverkusen Robin Dutt mengatakan timnya sudah bekerja keras meraih angka dalam Liga Champions ini. Menurut dia, melawan Valencia termasuk pertandingan berat, seperti Chelsea. Ia yakin pasukannya memiliki semangat tambahan sehingga bisa lolos ke babak berikutnya. “Kemenangan adalah tujuan utama kami, meski kami akan menghadapi partai berat,” ujarnya. | YANDI

Sumber: Tempo.co