Munculkan Gagasan Rekonsiliasi Semu, Jokowi Diminta Tegur Jaksa Agung

Rimanews – Setara Institute menilai tuduhan Jaksa Agung, HM Prasetyo, bahwa aktivis Ham Asasi Manusia (HAM) menghambat rekonsiliasi, semakin menunjukkan ketidakpahaman Jaksa Agung tentang tugas dan kewajiban negara dalam menuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu. “Ada kewajiban generik yamg melekat pada negara, yaitu mengungkap kebenaran, menciptakan terobosan yang adil, dan memulihkan korban,” kata Kepala Badan Pembina Setara Institute, Hendardi, Selasa (06/10/2015). Baca Juga Aktivis HAM Jangan Prematur Tanggapi Kasus Ahok Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Menurut dia, rekonsiliasi adalah result atau hasil dari seluruh kewajiban negara itu mengungkap pelanggaran HAM berat mengandung hak publik yang juga harus dipenuhi, yaitu rights to know dengan mengungkap kebenaran. “Rekonsiliasi yang digagas Jaksa Agung adalah menyesatkan, mengaburkan masalah, dan tidak akan memenuhi rasa keadilan,” ujarnya. Lebih lanjut, Hendardi meminta Presiden Jokowi untuk menegur Jaksa Agung dengan gagasan rekonsiliasi semu dan penuh kamuflase. “Pejabat semacam ini pantas untuk diberhentikan, karena merusak wibawa pemerintahan yang sudah berniat untuk mencari jalan keadilan yang lurus,” pungkas dia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Hendardi , Setara iNstitute , hm prasetyo , politik , Nasional

Sumber: RimaNews