Berkelahi karena Bendera Partai, Seorang Warga Tewas

Rimanews – Hamzah alias Anca yang menjadi terdakwa konflik bendera partai politik berharap agar mendapat keringanan atas tuntutan dari majelis hakim yang saat ini telah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Hal itu disampaikan Hamza usai menjalani sidang pembelaan terdakwa terkair kasus perkelahian antar dua pendukung partai politik yang berlangsung di PN Mamuju, Kamis (9/10). Baca Juga Polisi bakal tilang bus “telolet” Pengacara Sudah Tahu Eksepsi Ahok Bakal Ditolak Jaksa Sekjen Organisasi Pekerja Dipanggil Polisi Jelaskan Kasus Makar Pemilik Media Penyebar Berita Eko Patrio Diburu Polisi Pengacara Ahok Bantah Kongkalikong dengan Jaksa “Saya hanya berharap agar majelis hakim memberikan keringanan. Apalagi, dalam keterangan para saksi dalam masa sidang sebelumnya, sama sekali tidak mengarah pada dirinya yang telah melakukan aksi penganiayaan hingga melakukan pembacokan,” kata Anca. Bahkan, kata dia, dirinya mesti dibebaskan dari tuntutan karena dalam fakta-fakta persidangan tak ada yang mengarah bahwa ia melakukan pembacokan terhadap korban. Karena itu, kata Anca, majelis hakim bisa mempertimbangkan tuntutannya karena saat ini keempat anak dan istrinya sudah tidak mampu menghadapi tekanan ekonomi. “Saya hanya bisa berserah diri kepada Tuhan, semoga kasus ini tidak memberatkan dirinya sehingga bisa berkumpul kembali bersama keluarga,” ujar Anca. Agenda sidang pembelaan terdakwa ini, sejatinya dilaksanakan pekan lalu. Namun, proses sidang lanjutan ini baru bisa dilaksanakan. Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Kejari Mamuju, Umar Paita menyampaikan, tetap menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara. “Keterangan saksi sudah jelas bahwa terdakwa dan korban melakukan perkelahian hingga terjadi pembacokan terhadap korban (almarhum),” katanya. Umar mengatakan, proses sidang ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan sidang. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : partai , Berkelahi , polisi , jaksa , saksi , korban , kriminal , Nasional

Sumber: RimaNews