Agung Laksono Cs Kompak Jegal Ical

Rimanews – Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar Agung Laksono bersama kubu penentang Ketua Umum (Ketum) Aburizal Bakrie (Ical) akan berusaha menggagalkan kandidat petahana itu maju kembali memimpin Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) IX nanti. Langkah ini dimulai dengan membentuk Presidium Penyelamat Partai yang diketuai Agung Laksono. “Presidium tugasnya menyelenggarakan Munas yang demokratis yang akuntabel, sesuai dengan AD ART yang akan memberikan ruang kepada siapa pun untuk maju. Bagaimana dengan ARB, ya nggak bisa majulah. Karena sudah tidak bisa mempertanggung jawabkan kegiatan-kegiatannya. Kita akan tolak dia,” kata Ketua DPP Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, usai rapat pleno di Jakarta, Selasa (25/11). Baca Juga Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Banser ingin bantu amankan natal, ini respons Kapolda Metro Demokrat: Tak perlu menyindir kebijakan masa lalu Agun menyesalkan arogansi Ical yang secara sepihak membuat keputusan percepatan Munas IX. Ical disebut mengabaikan suara kader dalam rapat pleno DPP di mana banyak yang tidak menghendaki percepatan Munas. Pada rapat pleno petang tadi, diwakili Waketum Theo Sambuaga, Sharif Cicip Sutardjo, Fadel Muhammad dan Sekjen Idrus Marham, kubu Ical membuat keputusan kontroversial. Dibacakan Theo, DPP disebut akan tetap menggelar Munas pada 30 November. “Dengan ini saya nyatakan bahwa Akan menjalankan rapimnas ketujuh di Jogja, dan dengan ini saya menutup rapat,” kata Theo sambil mengetuk palu sidang. Pernyataan Theo sontak memicu protes para peserta rapat. Para kader sempat melontarkan kata-kata cibiran kepada Theo cs yang langsung kabur dari ruang rapat di Gedung Widya Bhakti I. Usai ricuh, para penentang Ical tetap berkumpul di ruangan dan membentuk Presidium Penyelamat Partai dengan diketuai Agung Laksono. Para calon ketua umum minus MS Hidayat menjadi anggota Presidium. Menurut Presidium, Munas IX akan diselenggarakan selambat-lambatnya Januari 2015 di Jakarta. Senior Golkar Muladi dipilih menjadi Ketua Panitia Munas IX. Agun mengaku kecewa sebab dugaannya selama ini bahwa Golkar tidak demokratis ternyata benar. Diaa menilai ricuh pleno tadi membenarkan adanya skenario memenangkan Ical kembali di periode selanjutnya. “Kalau menurut saya, dia sudah melanggar AD/ART. Memaksakan kehendak, tidak demokratis, sebab kedaulatan itu ada di tangan anggota,” kata Agun. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : munas golkar , bentrok golkar , Aburizal Bakrie , politik , Nasional

Sumber: RimaNews