Sidang Kopi Beracun Agendakan Saksi dari Terdakwa

Jakarta – Sidang kasus kopi beracun yang menewaskan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, memasuki babak baru, Senin (5/9). Setelah sebelumnya persidangan mendengarkan keterangan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), rencananya kini giliran pihak terdakwa menghadirkan saksi untuk meringankan. Hidayat Boestam, penasihat hukum Jessica mengatakan, rencananya pihaknya akan menghadirkan dua saksi ahli, pada sidang siang ini. Namun, dia enggan memberitahu identitas siapa ahli yang dimaksud. ‎”Ahli toksikologi dan ahli patologi. Nanti akan meng- counter keterangan ahli yang sudah diminta keterangan sebelumnya, benar tidak kalau 0,2 miligram (sianida) bisa mematikan seseorang,” ujarnya. Diketahui, sejumlah saksi ahli yang dihadirkan pihak JPU pada sidang sebelumnya menjelaskan ada kandungan sianida sebanyak 0,2 mg/liter di dalam lambung korban Mirna. Dugaan kuat, racun itu berasal dari Es Kopi Vietnam yang diminum korban di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1) lalu. Sementara itu, JPU menyatakan telah siap mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan pihak terdakwa. “Belum dikasih kabar (siapa saja saksinya). Tapi kita siap mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan. Persiapan, ya sekadar untuk memperkaya khazanah saksi-saksi yang kemarin. Kita masih berpegang pada kesaksian yang kemarin saja,” kata JPU Ardito. Rencananya, sidang lanjutan kasus kopi beracun rencananya digelar pukul 14.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.15 WIB sidang belum dimulai. Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, JPU dan penasihat hukum terdakwa telah berada di ruang sidang Mr Koesoemah Atmadja 1, PN Jakarta Pusat, menunggu kehadiran majelis hakim. Bayu Marhaenjati/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu