BPJS-TK Bayar Santunan JKK Kepada Ahli Waris Atlet Terjun Payung PON Jabar XIX

Bandung – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Bandung Suci menyerahkan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal dunia kepada ahli waris dari salah seorang atlet terjun payung PON Jabar XIX yang meninggal dunia saat gagal mendarat. Alm Stefani Makepedua, yang merupakan salah satu atlet kontingen Jawa Barat yang dipersiapkan untuk perhelatan PON Jabar XIX September ini. Klaim tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang didampingi oleh Ketum Koni Jabar serta Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat yang diwakili oleh Bambang Kenharto serta Kakacab Bandung Suci, Darmadi di GOR KONI Jabar kemarin. Pada kesempatan tersebut Gubernur Jabar juga menyambut baik dan mendukung sepenuhnya bahwa saat ini seluruh atlet Jawa Barat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu Beliau juga mengapresiasi Jawa Barat menjadi pelopor dalam mendaftarkan semua atlet yang akan bertanding di PON Jabar XIX dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kakacab Bandung Suci, Bapak Darmadi juga menjelaskan, pemberian santunan kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia bagi peserta merupakan perlindungan jaminan sosial yang merupakan amanah undang-undang. Di samping itu juga disebutkan bahwa setiap peserta yang mendapat musibah kecelakaan saat berlatih/bertanding wajib mendapat santunan apalagi itu menyebabkan meninggal dunia. “Bagi Atlet PON Jabar yang mengalami kecelakaan saat bertanding yang menyebabkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan sebesar 48 kali gaji/upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci dalam siaran pers yang diterima Investor Daily . “Penyerahan santunan tersebut sebesar Rp 216.600.000 (dua ratus enam belas juta enam ratus ribu rupiah) karena termasuk kategori kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia dan terjadinya saat bertanding, dan semua santunan merupakan hak dari ahli waris semoga bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik- baiknya,” imbuh Darmadi. “Jaminan Kecelakan Kerja adalah salah satu program BPJS Ketenagkerjaan yang bertujuan untuk melindungi pekerja dari resiko dan akibat yang ditimbulkan oleh pekerjaan itu sendiri. Pekerja berhak mendapatkan perlindungan tersebut sebagaimana telah diatur dalam UU No 24 tahun 2011 pasal 14 tentang Badan Penyelengaara Jaminan Sosial,” tambah Kakacab. Keuntungan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan serta dengan adanya program Jaminan Kerja khusus buat para atlet juga disambut baik oleh Mudiste selaku ahli waris atlet. “Kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan kami sangat bersyukur dengan adanya santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, semoga bisa kami manfaatkan dengan baik,” ujar dia. Pada saat yang bersamaan, juga dilakukan penyerahan klaim Jaminan Kematian kepada dua orang ahli waris pengurus KONI Jabar masing-masing sebesar Rp 24 juta. Aris Cahyadi/ARS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu