PIALA INDONESIA SATU 2015 Mahaka Masih Tunggu Jawaban Klub

Piala Indonesia Satu 2015 yang akan digelar Mahaka, masih menunggu respons klub-klub ISL. Solopos.com, JAKARTA — Mahaka Sports and Entertaiment membantah Turnamen Sepak Bola Piala Indonesia Satu 2015 batal digelar. Mereka menyebut masih menunggu jawaban dari klub-klub hingga Selasa (30/6) besok. Mahaka selaku promotor Turnamen Piala Indonesia Satu 2015 telah menyebarkan undangan kepada 18 klub ISL. CEO Mahaka Sports and Entertaiment, Hasani Abdul Gani, menyatakan sudah mendapatkan surat dukungan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk menggelar kejuaraan tersebut. “Kami masih menunggu. Jadi tidak benar kalau disebut turnamen Piala Indonesia satu 2015 ini batal,” ungkap Hasani, seperti dilansir Detik , Senin (29/6/2015). Hingga batas waktu yang telah ditentukan hari Senin ini, baru beberapa klub yang mengaku oke mengikuti Turnamen Piala Indonesia Satu, di antaranya Persib Bandung, Persija Jakarta, PBR dan Arema Cronus. Hasani menjelaskan kondisi klub memang sedang dalam kondisi trauma, mengingat mereka sempat gagal menjalani kompetisi dan batal mengikuti turnamen pramusim sehingga mereka butuh kehati-hatian dalam mengambil keputusan mengikuti Turnamen Piala Indonesia Satu 2015. “Bukan batal. Kami juga menyadari klub-klub ini masih trauma, karena mereka sudah pernah gagal di kompetisi. Turnamen pramusim juga batal. Jadi untuk ini, kami butuh kesabaran dan pendekatan khusus. Oleh sebab itu, dia mengaku akan terus berusaha mendekati klub-klub ISL tersebut. Salah satunya, berkomunikasi langsung dengan owner klub-klub ISL. Dia menyebut, dalam pekan ini sudah tahap finalisasi. “Pekan ini kami sudah harus finalisasi. Artinya, kami tunggu sampai besok jawaban klub-klub. Setelah itu kami juga akan lakukan pertemuan dengan owner klub-klub, karena undangan kemarin kami kirim ke manajemen. Kami juga akan bertemu sponsor. Minggu ini harus selesai,” kata dia. Tim-Tim Jawa Tengah Tak Minati Piala Kemerdekaan Dilansir Liputan6.com , Senin , Ketua Asprov Jateng, Johar Lin Eng, mengatakan langkah Menpora Imam Nahrawi dalam upaya mengelola sepak bola nasional yang lebih baik jauh dari harapan yang dibayangkan. “Semua orang tahu tentang putusan sela PTUN. Lalu kenapa Menpora dengan sengaja menabrak putusan pengadilan dengan merestui Tim Transisi mengadakan turnamen Piala Kemerdekaan? Untunglah turnamen itu tidak laku di Jawa Tengah,” kata Johar. Sejak Tim Transisi dibentuk untuk mengambil alih fungsi PSSI, belum ada kompetisi atau liga profesional pengganti yang sama dengan ISL bahkan Divisi Utama. Sejumlah klub Divisi Utama baru saja melapor kepada PSSI telah menerima undangan agar mengikuti turnamen yang diselenggarakan Tim Transisi Menpora. Turnamen itu menurut rencana digelar pertengahan Juli. Namun menurut keterangan Direktur Pengembangan sepakbola PSSI, Tommy Welly mereka telah mengeluarkan sikap menolak untuk ambil bagian. Pasalnya, Tim Transisi sendiri tidak memiliki kekuatan hukum pascaputusan PTUN. Pasoepati Ingin Persis Solo Ikut Piala Kemerdekaan Sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya, kelompok suporter Pasoepati berharap Persis Solo bisa mengikuti Piala Kemerdekaan yang rencananya digulirkan mulai akhir Juli nanti. Namun CEO PT Persis Solo Saestu (PSS), Paulus Haryoto, pernah menunjukkan sinyal tim berjuluk Laskar Sambernyawa akan menolak berpartisipasi dengan tunamen yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Tim Transisi tersebut. Alasannya, regulasi dan aturan Piala Kemerdekaan belum menemui kejelasan. Pasoepati menyayangkan apabila Persis benar-benar tidak akan ikut Piala Kemerdekaan. Apalagi, Persis merupakan tim profesional yang sejatinya tetap mengikuti turnamen yang digulirkan di Tanah Air. Meski dibayang-bayangi sanksi PSSI, sejumlah klub Divisi Utama telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka di Piala Kemerdekaan. Salah satunya, Persepam Madura United yang telah menandatangani isi perjanjian untuk ikut turnamen. lowongan kerja lowongan kerja Toko Solopos.com, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos