Cerita di Balik Taman Sari Yogyakarta yang Dikunjungi Obama

liputan6 Dua anak mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Malia dan Sasha Obama, mengunjungi Taman Sari Kraton Yogyakarta. Keduanya datang mengenakan pakaian santai.

Malia mengenakan kaus hitam dipadu celana panjang, sementara adiknya, Sasha, mengenakan kaus putih dengan celana panjang. Selama di Taman Sari, kedua anak ini ditemani Maya Soetoro, adik Obama sekaligus tante mereka.

Raharjo, pemandu wisata Taman Sari Yogyakarta yang mendampingi keluarga Obama mengatakan, Malia dan Sasha sangat serius mendengarkan penjelasan tentang taman peristirahatan Raja Kraton Ngayogyakarta ini.

Sebelum sampai di kolam renang dan keluar Taman Sari, Obama dan keluarga sempat melintasi beberapa lokasi di Taman Sari.

liputan6 Lewat Pasar Ngasem, Pulau Cemeti, Pulo Kenanga, Sumur Gumuling, lewat Kampung Cyber, pelataran kolam renang, terus pulang,” ujar Raharjo di Yogyakarta, Kamis, 29 Juni 2017.

Bahkan, Raharjo mengatakan, kedua putri Obama itu sempat bermain air di kolam pemandian raja. Sasha juga terlihat memotret pengunjung yang berada di kolam pemandian tersebut dari atas kolam pemandian raja.

“Main air di kolam selatan umbul Binangun, ya cuma disiram-siram aja. Itu di tempat mandi sultan. Tadi juga moto juga,” ujar dia.

liputan6 Slamet Sudarto, juga pemandu wisata Taman Sari, menyebutkan taman ini merupakan tempat beristirahat sekaligus tempat persembunyian Sultan HB I.

Bahkan, kata Slamet, Sultan lebih banyak di Taman Sari daripada di Kraton. Ini merupakan strategi Sultan untuk merancang perlawanan dengan Belanda.

“Beliau di sini dikira Belanda rekreasi, padahal di sini dia menyusun strategi perang. Soalnya rapat di Kraton sering bocor,” ujar dia.

Slamet menjelaskan banyak yang tidak tahu jika Taman Sari dahulunya dikelilingi danau buatan, sehingga taman ini dikenal sebagai Water Castle.

“Jadi ada sungai yang membelah Kraton. Namanya Sungai Larangan. Sultan ke sini naik sampan, kadang naik kereta,” kata dia.

Kunjungan Pangeran Charles

liputan6 Menurut Slamet, proses pembangunan Taman Sari terhitung lama. Pembangunan pintu gerbang depan hingga pintu gerbang belakang memakan waktu tujuh tahun.

Sehingga total pembangunan Taman Sari seluas 36,6 hektare itu memakan waktu 21 tahun. Taman yang terdiri dari 59 bangunan itu kini menyisakan 21 bangunan dan menyusut menjadi 12,6 hektare.

“Pemandian itu sekarang sudah jadi rumah penduduk. Karena warga minta persetujuan minta hidup di dalam benteng Kraton, supaya aman tidak diganggu Belanda,” ujar Slamet.

Pemandu wisata lainnya, Sapto, mengatakan sebelum keluarga Obama, Taman Sari pernah dikunjungi Pangeran Charles pada 2008. Waktu itu, ia sempat berkeliling ke taman yang dibangun pada tahun 1687 Jawa atau 1761 Masehi.

“Cuma 20 menit ke sininya, tapi pengamanannya satu bulan diputeri dulu ini Taman Sari. Lebih ketat kalau dulu,” ujar dia.

Taman Sari Yogyakarta memiliki berbagai bangunan menarik seperti tempat tidur Sultan (Pajugutan dalem) di Gedong Ledoksari. Gedong Sekawan, Gapura Agung, Gapura Panggung, Pulo Kenanga, Sumur Gumuling dan Pasiraman Umbul Binangun.

Astri, pengunjung Taman Sari, mengaku senang dapat melihat anak Obama secara langsung, meskipun ada pengamanan yang ketat. Ia mengaku puas melihat anak presiden ke-44 Amerika Serikat itu.

“Senang tadi sempat melihat anak mantan presiden. Senang aja tadi langsung foto,” ujar Astri. liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *