Analisa Sri Mulyani Soal Surplus Neraca Dagang Juni 2017

Solid Gold Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan neraca perdagangan pada Juni 2017 tercatat surplus sebesar US$ 1,63 miliar. Di mana ekspor sebesar US$ 11,64 miliar dan impor US$ 10,1 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perkembangan neraca perdagangan menjadi momentum yang bagus untuk perekonomian Indonesia.

Dia menyebutkan, dibandingkan semester I tahun lalu, ekspor Indonesia mengalami peningkatan 14% dan impor naik 9%

“Kalau lihat dari komposisi, kita lihat momentum pertumbuhan ekonominya masih positif di semester ini. Kita akan jaga di semester II,” jelas dia.

Bila dibandingkan dengan sebelumnya, baik ekspor maupun impor tercatat menurun. Ekspor Juni turun 18,82%. Sedangkan impor tercatat US$ 10,1 miliar atau turun 27,26% dibandingkan Mei 2017.

Hal tersebut, menurut Sri Mulyani disebabkan oleh masa lebaran. Pemerintah menetapkan libur cukup lama, sehingga kegiatan atau aktivitas industri yang terbiasa melakukan impor juga terhenti.

“Ini penyebabnya karena masalah lebaran yang cukup panjang. Sehingga kalau kita lihat di Juli ini, yang nanti akan terlihat di Agustus atau semester II, ini momentum pertumbuhannya cukup positif,” tukasnya.