Inter Dihajar Sparta Praha Karena Bermental Payah

Namun menurut pelatih Frank De Boer dan gelandang mereka seperti Felipe Melo, kekalahan itu memang pantas diterima oleh Inter karena mereka bermain tidak sebagaimana mestinya di pertandingan krusial seperti itu.
Harus menang karena sudah kalah di laga pertama dari Hapoel Beer Sheva, Inter malah bermain dengan tidak bagus di markas Sparta. Gol cepat dari Vaclav Kadlec semakin memperumit keadaan Inter hingga akhirnya mereka harus kalah 3-1 yang disertai pula dengan kartu merah bagi Andrea Ranocchia sesaat sebelum terjadinya gol ketiga Sparta.
Kami harus paham bahwa bermain di kompetisi Eropa itu tidak mudah, jauh berbeda dibanding dengan di Italia. Kami harus memainkan setiap pertandingan layaknya itu sebuah derby dan kami gagal melakukannya. Kami sudah memperkirakan Sparta akan menggila. Mereka baru saja mengganti pelatih dan para pemain jelas ingin membuktikan kemampuannya, kata Melo.
Satu momen konyol yang dialami Inter adalah saat terjadinya gol kedua Sparta. Saat itu Sparta dengan cepat mengeksekusi tendangan bebas dimana Martin Frydek menyodorkan bola kepada Kadlec. Para pemain Inter yang masih sibuk mengatur pagar betis mendadak terdiam dan semakin membisu ketika Kadlec berhasil mengkonversi peluang emas itu menjadi gol.
Pada gol kedua mereka, kami harusnya bisa lebih rapat. Saya sudah diajari hal-hal seperti itu sejak kecil tapi hari ini tidak ada yang berdiri di posisi tersebut dan kami membiarkan lawan berdiri bebas. Itu adalah kesalahan bersama dan semua pemain pantas disalahkan ketika kalah, sama seperti saat semua pantas mendapatkan pujian saat tim menang.
Ya, kami memberikan kemudahan bagi mereka di gol kedua. Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa kami bisa kebobolan gol seperti itu. Di babak kedua kami bermain lebih baik, namun segalanya menjadi sulit setelah kartu merah itu, tambah De Boer.

booktravelpro.com Tips Taruhan Bola Prediksi Mixparlay Sumber: Sidomi